Breaking News
ASURANSI

6 Prinsip Asuransi dalam Perjanjian Kontrak

6 Prinsip Asuransi dalam Perjanjian Kontrak –  Asuransi adalah suatu perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis, untuk menutupi atau mengurangi kerugian finansial yang dialami oleh peserta asuransi karena suatu kejadian yang tidak terduga.

Baik perusahaan asuransi jiwa maupun perusahaan asuransi umum beserta nasabahnya harus mematuhi perjanjian-perjanjian dalam polis asuransi yang memuat prinsip-prinsip asuransi. Prinsip asuransi adalah hal-hal yang mendasari perjanjian kontrak asuransi antara penanggung dan tertanggung.
Tujuannya adalah untuk mentransfer risiko ke perusahaan asuransi dengan membayar premi oleh pemegang polis.

Dari pemahaman ini, prinsip tersebut menguntungkan kedua belah pihak. Dalam dunia asuransi, ada 6 prinsip dasar yang harus dipenuhi: Insurable nterest, Utmost Good Faith, Indemnity, Contribution, Subrogation, Proximate Caus.

 

 

6 Prinsip Asuransi dalam Perjanjian Kontrak

 

1. Insurable Interest

Insurable Interest atau Kepentingan untuk Diasuransikan artinya seseorang yang mengasuransikan harus mempunyai kepentingan terhadap harta benda sebagai objek yang dapat diasuransikan. Objek yang dipertanggungkan juga harus legal dan tidak melanggar hukum serta termasuk dalam kategori layak.

Jika sewaktu-waktu terjadi bencana atau masalah yang menyebabkan benda yang bersangkutan rusak, pihak penanggung akan mendapatkan ganti rugi
berupa uang.

 

 

2. Utmost Good Faith

Utmost Good Faith merupakan suatu kewajiban dari tertanggung dengan sukarela menyerahkan semua fakta penting, dengan lengkap dan akurat mengenai suatu risiko yang diminta untuk dipertanggungkan, baik diminta atau tidak. Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta material tentang sesuatu yang akan diasuransikan, baik diminta atau tidak.

Artinya penanggung harus jujur dan terbuka dalam menjelaskan secara jelas dan benar segala sesuatu tentang obyek yang diasuransikan. Prinsip asuransi ini juga menjelaskan risiko termasuk semua syarat dan ketentuan pertanggungan secara jelas dan komprehensif.
Selain itu penanggung juga memiliki kewajiban untuk menjelaskan kepada tertanggung risiko yang dijamin dan tidak dijamin dalam polis asuransi.

 

 

3. Indemnity

Prinsip ini dapat diartikan sebagai suatu mekanisme dimana penanggung memberikan kompensasi finansial dalam upaya menempatkan tertanggung pada posisi keuangan yang dimilikinya sesaat sebelum kerugian terjadi.

Namun, asas asuransi idemnity juga memiliki ketentuan yang menyatakan bahwa perusahaan asuransi tidak berhak memberikan ganti rugi yang lebih besar atau lebih tinggi dari kondisi keuangan klien atas kerugian yang dideritanya. Seperti ada wabah penyakit, perusahaan asuransi akan membayar atau mengganti biaya rumah sakit untuk sesuatu dengan tagihan yang telah dibayar sebelumnya.

 

 

4. Contribution

Contribution merupakan pihak tertanggung mengasuransikan suatu objek kepada beberapa perusahaan asuransi, maka akan terjadi apa yang disebut dengan kontribusi dalam memberikan perlindungan dari masing-masing perusahaan tersebut.

Karena dari itu kerugian yang timbul akan ditanggung oleh semua perusahaan asuransi yang telah menutup pertanggungan, sesuai dengan tanggung jawab masing-masing perusahaan asuransi yang bersangkutan.

 

 

5. Subrogation

Subrogation yaitu pemindahan hak dari tertanggung kepada penanggung jika penanggung telah membayar ganti rugi kepada tertanggung. Prinsip ini mengatur hal dalam penanggung telah menyelesaikan pembayaran ganti rugi kepada tertanggung.

Hak tertanggung untuk menuntut pihak ketiga yang menyebabkan kerugian dan atau kerusakan dengan sendirinya beralih kepada penanggung. Subrogation berlaku jika kontrak asuransi yang dimaksud adalah kontrak ganti rugi. Prinsip ini bertujuan untuk mencegah tertanggung menerima ganti rugi yang lebih besar dari ganti rugi penuh.

 

 

6. Proximate Caus

Proximate caus adalah rangkaian peristiwa dan ketentuan klaim dalam obyek yang dipertanggungkan mengalami suatu bencana atau kecelakaan.
Hal pertama yang harus dilakukan oleh perusahaan asuransi adalah mencari penyebab utama yang aktif dan efisien yang dapat menggerakkan rangkaian kejadian yang tidak terputus yang pada akhirnya menimbulkan kerugian seperti kecelakaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.