asuransi

Mengapa Kita Perlu Memiliki Asuransi

Mengapa Kita Perlu Memiliki Asuransi – Orang sering kali menunda asuransi karena merasa memiliki cukup tabungan untuk mengantisipasi keadaan darurat yang membutuhkan bantuan keuangan. Tetapi berapa banyak pun uang tabungan yang anda punya dapat habis karena pengeluaran besar yang tak terduga,seperti sakit mendadak.
Uang tunai sebagai dana darurat sangatlah penting. Namun, nilainya terbatas. Misalnya, jika Anda sudah menikah dan memiliki anak, dana darurat yang disarankan minimal 6-12 kali lipat dari pengeluaran rutin bulanan Anda.

Ada nilai terbatas dalam hal ini. Misalnya, Anda memiliki dana darurat sebesar Rp 70 juta, yaitu 7 kali lipat dari nilai pengeluaran bulanan Anda. Ketika sebuah peristiwa tak terduga terjadi di mana pencari nafkah utama keluarga meninggal untuk selamanya, apakah anggaran akan cukup untuk mendukung kehidupan keluarga yang ditinggalkan?
Dana darurat memiliki keterbatasan kecil. Dana darurat memainkan peran yang semakin penting sebagai selimut pengaman untuk mendukung tanggap darurat saja.

Namun, untuk membantu Anda mengantisipasi kebutuhan keuangan yang lebih tak terduga, dibutuhkan lebih dari dana darurat.
Asuransi dapat menjadi jaring pengaman utama yang berperan dalam melindungi keuangan Anda dari risiko keuangan lebih lanjut.
Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah dua hal yang paling penting
Ada banyak risiko keuangan yang dapat terjadi dan mengganggu stabilitas keuangan individu. Mulai dari mobil terguling, rumah harus diperbaiki, tiba-tiba kebanjiran, di luar dugaan ada anggota keluarga yang jatuh sakit dan yang paling parah adalah meninggalnya seorang pencari nafkah keluarga. Risiko keuangan apa yang menjadi prioritas untuk dikelola?
Sebagai langkah penting dalam membangun keuangan pribadi yang sehat, Anda harus fokus pada dua jenis asuransi utama yang perlu diisi: asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

 

1. Asuransi kesehatan

Biaya kesehatan meningkat dari tahun ke tahun. Menurut survei yang dilakukan, sebuah perusahaan konsultan manajemen risiko global, menunjukkan rata-rata kenaikan harga kesehatan di berbagai negara selama mencapai 10 persen-11% per tahun.

Seperti disebutkan, biaya rawat inap. Sekitar 10 tahun yang lalu, hanya dengan Rp 600.000 per malam, Anda bisa mendapatkan ruang perawatan pribadi dengan satu kamar tidur. Saat ini, sulit untuk mendapatkan ruang perawatan satu kamar dengan harga tersebut.
Kenaikan biaya perawatan medis adalah fakta yang sulit untuk diabaikan. Sebagai tindakan pencegahan dan untuk ketenangan pikiran, Anda dapat memanfaatkan asuransi kesehatan sebagai

perlindungan terhadap biaya kesehatan. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir apakah tabungan Anda akan cukup untuk menutupi tagihan medis di masa depan.
Tidak hanya itu, dengan asuransi kesehatan pribadi, Anda bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan lebih cepat dan nyaman. Hampir semua asuransi kesehatan saat ini menggunakan sistem cashless, sehingga Anda hanya perlu menunjukkan kartu asuransi saat berkunjung ke Puskesmas dan segera mendapatkan perawatan yang Anda butuhkan. Tidak perlu menyiapkan uang tunai terlebih dahulu untuk pengeluaran.

 

 

2. Asuransi jiwa

Dari hari ke hari, Anda dapat bertindak sebagai pencari nafkah, kesejahteraan keluarga dan anak-anak Anda sangat bergantung pada keberadaan Anda.
Apa yang akan terjadi jika Anda, pencari nafkah, meninggal tiba-tiba? Keluarga yang bergantung pada pemodal tidak hanya akan menghadapi kehilangan sosok yang dicintainya, tetapi juga akan menghadapi kesulitan keuangan karena pendapatan yang digunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari berhenti.

Anda bisa mengurangi kejadian ini dengan asuransi jiwa. Asuransi jiwa melindungi nilai ekonomi Anda sebagai pencari nafkah. Sehingga suatu saat almarhum, penghasilan yang menjadi tumpuan keluarga, tidak berhenti. Pasalnya, pihak asuransi akan mengeluarkan uang jaminan (UP) yang bisa digunakan keluarga almarhum untuk melanjutkan hidup.